Semangat Nyusun Proposal Skripsi --- 1

Ini bukan tentang siapa, apa atau kenapa. tapi ini semua tentang bagaimana. bukan tentang benar, salah, jujur atau bohong. tapi ini semua tentang prinsip. bukan tentang kuat, lemah, menyerah atau optimis. tapi ini semua tentang impian.

Semangat Seminar Proposal Skripsi --- 2

Jika kamu sudah mulai jenuh dgn sesuatu hal yg seharusnya kamu suka, maka hal terbaik yg bisa kamu lakukan adalah mengingat saat pertama kali kamu mengenalnya, mengaguminya, menyukainya, mengenalnya, menyentuhnya, membelainya dan ingin menjadi yg terbaik bersamanya.

Semangat Menuju Semester 7 : Skripsi --- 3

May Allah give us the opportunity to worship Him during the night of Qadr..

Semangat Buat Lulus 7 Semester --- 4

Saat manusia memberikan harapan yg menurut kita menjanjikan, terkadang kita melupakan harapan yg seharusnya tapi saat harapan-harapan dari manusia itu menjadi semakin semu dan membuat kita hampir putus asa dgn takdir, kenapa kita tidak kembali pada harapan yg pasti dan abadi.

Aku Mencintaimu --- 5

Ini Skripsi Gue !

Pages

Showing posts with label Artikel Agama. Show all posts
Showing posts with label Artikel Agama. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Keutamaan Membaca Alquran

Assalamualaikum

Kawan, sudah tanggal 17 Juli 2013 ini. Berarti sudah hari ke-9  (versi saya), tapi mungkin kawan-kawan ada yang baru dapat 8 hari ya puasanya . Tak apalah, perbedaan itu Indah . hahahahhahahah

Sudah dapat berapa juz tilawahnya kawan?? semoga sudah sampai pertengahn yaa, minimal juz 10 lah. Lebih baik lagi kalu sudah khatam, Subhanallah. 

Nah, disini saya coba berbagi keutamaan Membaca AlQuran yaa. Sebagai motivasi juga bisa lah.. hehehe

Kalau di hari-hari biasa saja pahala membaca AlQuran dinilai per huruf, bayangkan saja pahalanya ketika AlQuran dibaca pada saat Ramadhan yang katanya pada bulan Ramadhan, semua amal shalih pahalanya dilipatgandakan. Woooooo... Sesuatu ~~Alay~~

Semangat baca Quran yaaa.. Niatkan hanya kepada Allah. Semoga Ramadhan kita tahun ini berkah. Amiiinnn..

Keutamaan Membaca Alquran

 

Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.

Alquran adalah sebaik-baik ucapan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ 
Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)
Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.

Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)
Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan karena telah bersusah payah untuknya.

Orang yang membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
(البخاري)

Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)

Alquran akan memberi syafaat kepada pembacanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
Membaca satu atau dua ayat Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ » .
Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)

Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Alquran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

Karena kemuliaan Alquran, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ وكيْتَ بل هو نُسِّيَ
Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”

Membaca satu huruf Alquran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Pembaca Alquran akan ditinggikan derajatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
Akan dikatakan kepada pembaca Alquran “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)



Nah kawan, begitulah, semoga bermanfaat yaa..

Wallahu alam

Wassalamualaikum



Original post By : www.konsultasisyariah.com

Sunday, June 30, 2013

Happy Ramadhan 1434 H

Ramadhan Is Back.. Lets Prepare It 




Assalamualaikum


Tak terasa Ramadhan 1434 H tinggal menunggu hitungan hari . Apa yang sudah kawan-kawan persiapkan untuk menyambut dan menjalani Ramdhan tahun ini ??

Seperti yang kita tahu bahwa pada bulan Ramadhan, Allah swt melimpahkan banyak karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan dilipatgandakan pahala dan diberi jaminan ampunan dosa bagi siapa yang bisa memanfaatkannya dengan semestinya.

Oleh karen itu, Pastikan agar Ramadhan tahun ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik yaa kawan.. :)

Kali ini, mari kita lihat amalan-amalan yang ditekankan pada bulan ramadhan

Puasa / Shiyam

Rasulullah saw bersabda :

Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembira ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya.
Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.

(HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim)


Maka mari jalankan puasa kita dengan puasakan juga pendengaran, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota tubuh. Jangan jadikan sama antara hari saat berpuasa dan tidak.

Membaca Alquran 

Disunatkan memperbanyak bacaan al-Quran pada bulan Ramadan kerana bulan Ramadhan adalah bulan al-Quran, seperti firman Allah : 

"... bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbedaan antara yang benar dengan yang salah." (Surah al-Baqarah, ayat 185) 

Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa.

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala (orang yang berpuasa) dalam keadaan tidak berkurung sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu." (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan ad-Darimi) 

Sholat Tarawih



Nabi saw bersabda :

“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah swt berfirman :

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)
Shadaqah


Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan.
Dan beliau lebih dermawan ketika di bulan Ramadhan.
Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut.
Beliau bersabda : “Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas)
Sesungguhnya shadaqah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan kelebihan, maka bersegeralah dan semangat dalam menunaikannya sesuai kemampuan.

I'tikaf

Adalah Rasulullah saw senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari.
Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri’tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim).


I’tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya.
Bagi orang yang belum pernah melaksanakannya, i’tikaf dirasa sangat berat.
Namun, pastinya ia akan mudah bagi siapa yang Allah swt mudahkan.

 
Umrah pada Bulan Ramadhan

Telah diriwayatkan dari Nabi saw beliau bersabda:

“Umrah pada bulan Ramadhan menyerupai haji.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Menghidupkan Lailatul Qadar

Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1-3)
Rasulullah saw bersabda:

“Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar didasari imandan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adalah Nabi saw berusaha mencari Lailatul Qadar dan memerintahkan para sahabatnya untuk mencarinya.
Beliau juga membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar.


Dari ‘Aisyah, ia berkata: Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca? Beliau menjawab, “Ucapkan:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemberian maaf maka ampunilah aku.”
(HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)



Memperbanyak doa, dzikir dan istighfar


Sesungguhnya malam dan siang Ramadhan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka manfaatkanlah dengan memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:
  • Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak.
  • Sepertiga malam terkahir saat Allah swt turun ke langit dunia dan berfirman: “Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti AKU ampuni dia.”
  • Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah swt firmankan : “Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzaariyat: 18)

. . . Sesungguhnya berpuasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan, minum, perbuatan dosa, tapi juga mengisi hari-hari dan malamnya dengan amal shalih. . .
Ini sebagai bentuk pembenaran akan janji Allah swt adanya pahala yang berlipat.
Sekaligus juga sebagai pemuliaan atas bulan yang penuh barokah dan rahmat.

Selamat beribadah kawan. Mari sambut Ramadhan dengan keikhlasan hati dan semangat perbaikan diri karena Allah swt. semata..
 

Wallahu a'lam 

Wassalamualaikum

Saturday, May 4, 2013

Kado Ulang Tahun Kekasihku

"Selamat Ulang Tahun untukmu! Segenggam Cenderahati ini kupersembahkan untukmu, agar engkau yang sedang merayakan indahnya ulang tahun, bisa memaknai Kelahiranmu dengan Prestasi yang menajam dan keberkahan yang menjulang"


Saat pertama kali membaca judulnya, pasti anda semua mengira bahwa artikel ini akan membahas tentang hadiah ulang tahun yang diberikan seorang laki-laki kepada kekasih perempuannya.


Tapi tidak untuk kali ini. Ya, ini adalah judul buku karangan Monif Y. Rasulallah PHD. 
Buku yang saya dapatkan dari seseorang yang spesial. Ada banyak pelajaran yang  saya dapatkan setelah membaca buku ini. Bagaimana cara kita memaknai ulang tahun itu sendiri. bagaimana cara kita mengetahui keagungan-keagungan Allah selama hidup kita.

Buku yang dikemas apik dengan bahasa yang renyah dan mudah dicerna namun juga tak meninggalkan kesan "intelektualitas" nya ini mampu untuk membawa pembacanya menyelami dimensi lain dari sebuah kehidupan terkait dengan makna dari "Ulang Tahun" itu sendiri. 

Banyak terdapat kutipan ayat-ayat Alquran dan juga hadits Nabi yang semakin memperkuat alur cerita dan kisah yang ada didalamnya sehingga tidak terkesan terlalu "dramatis" ataupun dibuat-buat. Buku ini juga mnagajarkan kepada saya tentang cinta, kebaikan dan empati. Seperti yang pernah seseorang katakan pada saya "belajar lah untuk lebih peka dan ber-empati pada orang lain, dek...


dan berikut saya kutipkan beberpa tulisan apik dari buku karya kang Monif ini ^_^

Allah tidak menciptakan sesuatu pada diri manusia yang lebih utama daripada lisan,
ia dapat memasukkan orang ke surga, dan dapat pula memasukkan orang ke neraka. 
Maka kendalikanlah ia, karena sesungguhnya lisan itu bagaikan anjing gila.


Tak ada kesuksesan sejati selain memperoleh ridha allah melalui perjuangan panjang dan berat di medan dakwah. Persis sebagaimana dicontohkan Rasulullah. Karena pada hakikatnya, manusia adalah pelayan, budak dan robot Baginda Rasulullah. Maka sudah semestinya ia mengikuti perintah tuannya, yaitu Rasulullah. sebab dengan begitu, sesungguhnya ia telah mencintai Allah.
Dan tak ada kesuksesan sejati sebelum manusia menginjakkan kakinya di surga Allah dan Rasul-Nya. 

yaps.. silahkan Anda membaca sendiri. Cukup sampai disini saya mengulas sekilas tentang buku ini.
untuk pemesanan online dan pembelian, klik link ini Kado Ulang Tahun Kekasihku .. atau Anda bisa mencarinya di toko-toko buku terdekat di kota anda ..

Wednesday, May 1, 2013

Saya Harus Hidup Untuk Islam




Manusia terbagi menjadi tiga golongan:
  • Golongan yang hidup untuk dunia. Kaum materialis. Oleh Al-Qur’an, mereka disebut sebagai “dahriyin”. Lenin, salah seorang tokoh Komunis Rusia, pernah mengomentari pendapat seorang filosof seperti ini, “Sesungguhnya, alam semesta ini tidak prenah diciptakan oleh Tuhan atau manusia. Ia telah ada sejak semula dan akan tetap ada. Ia akan menjadi obor yang hidup abadi, ia akan hidup dan padam mengikuti hukum-hukum tertentu.”
  • Golongan yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat. Mereka merupakan kebanyakan manusia yang goyah keyakinannya, tersesat tindakan-tindakan mereka dalam kehidupan dunia ini, akan tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat kebaikan. Sekalipun mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan hari akhir, tetapi keyakinan mereka ini sekedar formalitas yang terpisah secara total dari keadaan nyata mereka.
  • Golongan yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat. Mereka itulah orang-orang mukmin sejati. Orang-orang yang menyadari hakikat kehidupan ini, sebagaimana mereka mengetahui nilai dunia dibangdingkan dengan akhirat.
Lalu, bagaimana saya hidup untuk Islam ??

Agar hidup saya diarahkan di jalan islam dan untuk islam, maka saya harus mengetahui dan memegang teguh sejumlah perkara, di antaranya:
  • Mengetahui tujuan hidup.
  • Mengetahui nilai-nilai dunia dibandingkan dengan akhirat.
  • Menyadari bahwa kematian pasti datang dan mengambil pelajaran darinya.
  • Mengetahui hakikat Islam. Caranya adalah dengan memperdalam, mempelajari dan memahami prinsip-prinsip, hukum-hukum, hal-hal yang dihalalkan dan hal-hal yang diharamkan.
  • Mengetahui hakikat jahiliyah. Yaitu dengan mengenali pemikiran-pemikiran, aliran-aliran, program-program, cacat-cacat dan kekurangan-kekurangannya serta mengetahui bahaya-bahaya dan mudarat-mudaranya agar bias menghindarkan diri darinya serta mempersiapkan bekal yang diperlukan untuk melawan dan memeranginya.

kuliah Subuh
gg.Flamboyan No.35 


Penawar Futur Untukmu Saudaraku


Allah berfirman, “Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran: 146).
Di surat lain menceritakan semangat para malikat, “Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula letih. Mereka bertasbih tidak henti-hentinya sepanjang malam dan siang.” (QS Al Anbiya’: 19-20).

Makna Futur
Futur, kata berasal dari bahasa Arab yang akar katanya adalah: Fatara – Yafturu – Futurun, yang artinya menjadi lemah dan menjadi lunak. Atau diam setelah giat dan lemah setelah semangat. Orang yang futur mengalami penurunan kuantitas dan kulaitas amal shalih/ibadah. Atau ia mengalami kemerosotan atau kemalasan pada keimanan atau keislamannya. Atau orang yang mengendur sendi-sendi hatinya sehingga menyebabkan penurunan stamina ruhiyah yang dapat menjadikannya jauh dari kebaikan dan anjlok produktivitas amal shalihnya.
Dalam konteks amal dakwah, Futur adalah satu penyakit yang menimpa aktivis dakwah dalam bentuk rasa malas, menunda-nunda, berlambat-lambatan dan yang palingburuk ialah berhenti dari melakukan amal dakwah. Sedangkan sebelumnya ia adalah seorang yang aktif dan beriltizam (rajin).


Penawar Futur
  • Membaca al-Quran dan mengambil iktibar dari kisah-kisah al-Quran. Oleh itu sewajarnya bagi setiap kita agar memiliki satu al-Quran dan terjemahannya.
  • Menyelami Shiroh Nabawiyyah
  • Membaca sejarah-sejarah pejuang Islam.
  • Mengikuti shalat Jamaah di Masjid
  • Menpergiatkan amalan sunah. Istighfar, zikir, memberi salam dan sebagainya.
  • Menjauhi perkara makruh.
  • Selalu bersama orang yang soleh.
  • Menghadiri majlis ilmu.
  • Tidak terlena dengan waktu, dia senantiasa memanfaatkan waktu untuk amar ma’ruf nahi munkar
  • Kreatif dalam membina aktivitas jama’i
  • Membina kesatuan fikrah dan amal yaumi
  • Melazimkan diri dengan aktivitas jamaah.


Jadi bagi saudaraku yang mungkin saat ini sedang mengalami "Gejala Futur" segeralah untuk mengingat Allah. Tujuan kita adalah memenangkan Islam untuk alam semesta. 
Berjuang, Bergerak, tegakkan Islam di alam semesta.

Monday, April 29, 2013

Aku ingin mencintai Mu setulusnya ...

Tiba-tiba saja, hari ini saya ingin meng-share lirik lagu dari Edcoustic, aku ingin mencintai-Mu setulusnya .. Lagu yang sejak tadi malam saya putar.
semacam menjadi bahan muhasabah bagi kita yang "Hubbu al-Dunya" yakni perasaan hati yang sentiasa terikat dengan dunia.


Aku Ingin Mencintai Mu Setulusnya


Tuhan Betapa aku malu
Atas semua yang Kau beri
Padahal diriku terlalu sering membuat-Mu kecewa
Entah mungkin karena ku terlena
Sementara engkau beri aku kesempatan berulang kali, agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia
Untuk menghambakan-Mu
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-Mu…
.
Aku ingin mencintai-Mu setulusnya, sebenar-benar aku cinta
Dalam doa
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekati-Mu selamanya, sehina apapun diriku
Ku berharap untuk bertemu denganmu ya robbi
.
Entah mungkin karena ku terlena
Sementara engkau beri aku kesempatan berulang kali, agar aku kembali
Dalam fitrahku sebagai manusia
Untuk menghambakan-Mu
Betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-Mu…
.
Aku ingin mencintai-Mu setulusnya, sebenar-benar aku cinta
Dalam doa
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekati-Mu selamanya, sehina apapun diriku
Ku berharap untuk bertemu denganmu ya Rabbi
.
(instrumen)
.
Aku ingin mencintai-Mu setulusnya, sebenar-benar aku cinta
Dalam doa
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekati-Mu selamanya, sehina apapun diriku
Ku berharap untuk bertemu denganmu ya Rabbi
.
Aku ingin mencintai-Mu setulusnya, sebenar-benar aku cinta
Dalam doa
Dalam ucapan
Dalam setiap langkahku
Aku ingin mendekati-Mu selamanya, sehina apapun diriku
Ku berharap untuk bertemu denganmu ya Rabbi… 

Sunday, April 28, 2013

Aku Cinta Pada-Mu





Love At The First Sight ...

Kalimat yang mungkin kalau kita cerna secara "saklek" yang akan terlintas seketika di pikiran kita adalah kisah percintaan para remaja belia dengan segala keindahan yang memabukkan, dengan segala bumbu-bumbu kasih sayang antar perempuan dan laki-laki.

Namun makna itu menjadi berbeda setelah saya mengikuti seminar kemuslimahan "Manakala Cinta Mulai Mengusik" oleh SERUNI FIP UM, minggu, 28 April 2013 kemarin.

Ya, berbicara soal cinta, siapa yang tidak akan tertarik. Hidup kita ini penuh dengan cinta, cinta kepada Rabb/Tuhan Nya, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada semua ciptaan Tuhan nya. Tak ada yang salah dengan cinta. namun jika kita membicarakan tentang cinta antara laki-laki dan perempuan yang saat ini sering kita temui, rasanya cinta kepada Allah, terabaikan begitu saja. Cinta kepada Rabb yang seharusnya kita dahulukan dibandingkan apapun, bahkan dibandingkan cinta kita pada orang tua, harus lebih besar cinta kita kepada Allah.

Semua manusia pun mempunyai perasaan cinta kepada lawan jenis nya, termasuk saya. Saya yang juga merupakan seorang hamba biasa yang tak luput dari yang namanya cinta.

Namun, Saya yakin, cinta yang hakiki itu hanya lah cinta Allah kepada hamba-Nya. Bayangkan saja, Allah memberikan kita oksigen gratis untuk bernafas gratis, tanpa membayar sepeserpun. Allah sudah mencukupi kebutuhan kita dengan segala macam sumber daya alam yang diciptakan Nya untuk manusia, supaya kita memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidup
Lalu, bagaimana cara kita menunjukkan cinta pada Nya ?
Beribadahlah pada Nya, meng hambakan diri dengan sepenuh-penuhnya . Allah sebaik-baik tujuan. Mengharapkan ridho-Nya jauh lebih baik.
Karena hidup didunia ini hanyalah sementara, semua yang hidup akan mati. Dan Allah lah tempat kembali.


Malang, 29 April 2013



Statistic

Buscar