Semangat Nyusun Proposal Skripsi --- 1

Ini bukan tentang siapa, apa atau kenapa. tapi ini semua tentang bagaimana. bukan tentang benar, salah, jujur atau bohong. tapi ini semua tentang prinsip. bukan tentang kuat, lemah, menyerah atau optimis. tapi ini semua tentang impian.

Semangat Seminar Proposal Skripsi --- 2

Jika kamu sudah mulai jenuh dgn sesuatu hal yg seharusnya kamu suka, maka hal terbaik yg bisa kamu lakukan adalah mengingat saat pertama kali kamu mengenalnya, mengaguminya, menyukainya, mengenalnya, menyentuhnya, membelainya dan ingin menjadi yg terbaik bersamanya.

Semangat Menuju Semester 7 : Skripsi --- 3

May Allah give us the opportunity to worship Him during the night of Qadr..

Semangat Buat Lulus 7 Semester --- 4

Saat manusia memberikan harapan yg menurut kita menjanjikan, terkadang kita melupakan harapan yg seharusnya tapi saat harapan-harapan dari manusia itu menjadi semakin semu dan membuat kita hampir putus asa dgn takdir, kenapa kita tidak kembali pada harapan yg pasti dan abadi.

Aku Mencintaimu --- 5

Ini Skripsi Gue !

Pages

Tuesday, April 30, 2013

Jenis-Jenis Sistem Informasi

 
1.  Transaction Processing System 

adalah aplikasi sistem informasi yang mengambil atau mengumpulkan dan mengolah data tentang transaksi suatu proses bisnis. Salah satu dimensi TPS adalah data maintenance yang dapat meng-update data yang diperlukan.
Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual.
Transaction Processing system ini biasanya digunakan oleh pelanggan langsung, contoh pada Bank, TPS digunakan pad mesin ATM yang langsung berhubungan dengan para nasabah tanpa melalui pihak bank, sehingga bisa diakses langsung.

      Contoh :
 
Pada situs ini berisi tentang order processing, yaitu proses pemesanan tiket pesawat AirAsia. Yang berisi berbagai menu pilihan seperti : Book my flights, Express Booking, Manage my Booking, Check my booking, dan My refund status.  Dengan adanya system informasi ini, maka konsumen dimudahkan dalam proses pemesanan tiket, pengecekan tiket, pengaturan tempat duduk dll. Seluruhnya transaksi dapat dilakukan secara online.

 
    Situs ini menyediakan kemudahan transaksi keuangan antar negara dengan sistem payroll. Kita bisa melakukan pembayaran kepada orang atau untuk keperluan pembayaran bisnis (perusahaan), dengan atau tanpa rekening bank. Mentransfer uang lebih cepat, aman, dan biaya efektif melalui kartu prabayar dari Payoneer ® MasterCard, kartu virtual dan transfer bank global. Payoneer ini telah menyediakan pelayanan di 210 Negara. Beroperasi sejak tahun 2005. Ada juga dukungan multibahasa untuk penerima pembayaran dari para pelanggan Payoneer. 


2.  Office Automation System (OAS) 

Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.
Office automation system digunakan untuk mendapatkan semua informasi bagi yang membutuhkannya. Office automation berfungsi dalam word processing, elctronic message, work group computing, work group scheduling, facsimile processing, imaging and electronic documents, and work flow management. Office automation system dirancang baik untuk individu maupun kelompok.

Contoh :
     situs web yang meyediakan kemudahan untuk para pebisnis dalam mengatur bisnis agar lebih produktif. Ada beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan dalam situs ini,
§  Collaboration Applications
Sebagai contoh dalam aplikasi ini terdapat menu “Project”, didalamnya terdapat beberapa pilihan m enu yang menarik untuk meningkatkan produktivitas Bisnis. Zoho Project ini adalah sebuah software manajemen proyek online yang memungkinkan tim untuk berkolaborasi dan mendapatkan pekerjaan yang dilakukan lebih cepat. Perencanaan dan Pelacakan membantu pelanggan menjaga proyek agar tetap sesuai jadwal, sementara kolaborasi meningkatkan komunikasi dan produktivitas tim kerja secara keseluruhan.
 §  Business Applications
Didalamnya ada menu
-       Assist
-       Books
-       BugTracker
-       Challenge
   Dan masih bnyak lagi..
 §  Productivity Applications


3.   DSS (Decision Support System)

Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ni merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.

Contoh :

   dengan adanya situs google map ini maka kita dapat mengetahui keadaan geografi lokasi yang akan kita tuju. Dengan begitu kita sangat terbantu dalam membuat keputusan dalam menentukan arah perjalanan ataupun segala perencanaan yang harus disiapkan dalam menuju lokasi yang akan dituju.
 
4.     Executive Information System (EIS)

Executive Information System (EIS) atau disebut juga sebagai Executive Support System (ESS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.
EIS mengintegrasikan data yang berasal dari sumber data internal maupun eksternal, kemudian melakukan transformasi data ke dalam bentuk rangkuman laporan yang berguna. Laporan ini biasanya digunakan oleh manajer dan level eksekutif untuk mengakses secara cepat laporan yang berasal dari seluruh perusahaan dan departemen, sehingga dapat diperoleh pengetahuan yang berguna bagi pihak eksekutif. Laporan ini digunakan untuk menemukan alternatif solusi untuk menekan permasalahan manajerial dan membuat perencanaan keputusan untuk perusahaan.
        contoh :
 Website ini merupakan website Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Website BPS ini banyak memberikan data-data statistik dan perkiraan (forecasting) mengenai berbagai macam topik yang penting bagi pelaksanaan pembangunan di Indonseia, beberapa diantaranya adalah:
  • Trend Index Harga Konsumsi dan inflasi tahun 1999-2005
  • Pertanian
  • Perdagangan internasional
  • Industri manufaktur
  • Jumlah penduduk
  • Kesejahteraan sosial
  • Pariwisata


5.   MIS (Management Information System)

Sistem pemrosesan transaksi didesain untuk dapat bekerja dengan sistem informasi manajemen. Suatu sistem informasi manajemen (MIS) merupakan sistem berbasis komputer yang mendukung kebutuhan informasi pada berbgai level manajemen yang berbeda. Sistem jenis ini didesain untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi. Para manajer level menengah (middle manager) harus membuat keputusan taktis (tactical decision) tentang bagaimana cara terbaik dalam mengorganisir sumberdaya untuk mencapai tujuan dari divisi mereka. 
Sistem informasi manajemen menghasilkan laporan-laporan yang memberi informasi ke manajer menengah seberapa baik mereka dapat memenuhi tujuan yang telah ditentukan. Walaupun sistem informasi manajemen secara terus menjalankan peran yang penting dalam organisasi, tetapi juga mempunyai beberapa kekurangan. Sistem ini menghasilkan laporan-laporan yang mungkin saja tidak berisi informasi yang diinginkan oleh para manajer. Informasi bisa saja tidak tersedia pada saat dibutuhkan, dan mungkin juga informasi terselip pada tumpukan kertas-kertas hasil print-out laporan-laporan lainnya. MIS mentransformasikan data di sistem frontline (TPS) menjadi informasi yang berguna bagi manajer. Ciri khasnya adalah modul-modul MIS, yakni software penulisan laporan dan model yang dapat mensimulasikan perusahaan.





Mengenal Gantt Chart, CPM, dan PERT



Gantt Chart
Definisi Gantt Chart
Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
Karakteristik Gantt Chart
ͼ   Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub- sub tugas dari proyek.
ͼ Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
ͼ  Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.

CPM (Critical Path Method)
CPM (Critical Path Method) adalah teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Menurut Ir.Rakhma Oktavina, M.T. jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambat akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
Lintasan kritis (critical path) mengandung makna bahwa aktifitas-aktifitas yang ada pada lintasan itu tidak boleh terlambat dikerjakan dan butuh perhatian khusus dari manajemen (Nasrullah, 1996).
 
Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :

Tentukan rincian kegiatan. Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.
Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan. Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.
Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.
Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan). Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda.
Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

Project Evaluation and Review Technique (PERT)
Pengertian PERT (menurut Jay Heizer & Barry Render, 2005) adalah Untuk membagi keseluruhan proyek ke dalam kejadian dan aktivitas. Suatu kejadian menandai mulainya atau selesainya tugas atau aktivitas tertentu. Suatu aktivitas di sisi lain adalah suatu tugas atau subproyek yang terjadi antara dua kejadian. Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kita menetapkan tiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
a. Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal  berlangsung sesuai rencana. Dalam memperkirakan nilai ii, biasanya terdapat peluang kecil (katakanlah,1/100) bahwa waktu kegiatan akan < a.
b. Waktu pesimis ( pessimistic time) (b) : waktu terpanjang kejadian yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan sebuah kegiatan dengan asumsi kondis yang ada sangat tidakdiharapkan. Dalam  memperkirakan nilai ini, biasanya terdapat peluang yang juga kecil (juga, 1/100) bahwa waktu kegiatan akan > b
c.  Waktu realistis (most likely time) (m) : waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.

Kelebihan dan Keterbatasan PERT
Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), kelebihan PERT :
1. Sangat berguna terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
2.  Konsep yang lugas atau secara langsung (straightforward) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
3. Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar kegiatan secara cepat.
4. Analisis jalur kritis dan waktu slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebih dekat.
5. Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk kegiatan yang beragam.
6.  Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi.
7.  Berguna dalam mengawasi jadwal dan biaya.

Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), keterbatasan dalam PERT :
1. Kegiatan proyek harus ditentukan secara jelas, dan hubungannya harus bebas dan stabil.
2.  Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
3.  Perkiraan waktu cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut akan bahaya terlalu optimistis atau tidak cukup pesimistis.

Statistic

Buscar